oleh

Balita Hanyut Terseret Air Bah Ditemukan Tim SAR Dalam Kondisi Meninggal

KabarBanyuwangi.co.id – Setelah 18 jam dinyatakan hilang, balita korban terseret air bah di sungai Kalibendo, Desa Kampunganyar, Kecamatan Galgah, Banyuwangi, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Senin (30/11/2020) pagi. Korban ditemukan mengambang di aliran sungai tidak jauh dari lokasi di mana sang ibu ditemukan sehari sebelumnya.

Menurut keterangan, Sigit Jatmiko, relawan BPBD yang ikut melakukan pencarian, jenazah korban RAW, balita berumur 1,3 tahun tersebut ditemukan di celah bebatuan dalam posisi mengambang di sungai bercampur potongan batang bambu.

Baca Juga: Ibu Tewas Terseret Arus Sungai, Anak Masih Hilang Belum Ditemukan

Terdapat bebarapa luka lecet di tubuh korban. Kuat dugaan luka yang dialami akibat benturan dengan batu sungai saat air bah menyeretnya hingga membuat tubuh balita ini jatuh ke dasar air terjun diketinggian lebih dari tujuh meter.

Setelah menyusuri jalanan terjal di aliran sungai, Tim SAR langsung menandu jasad korban untuk dievakuasi menuju kamar mayat RSUD Blambangan. Setelah proses pemeriksaan dilakukan, jenazah balita mungil ini langsung diidentifikasi.

“Awalnya kami kira kayu, tapi kok ada rambutnya. Setelah kita dekati ternyata jasad bayi. Langsung kami evakuasi menuju RSUD Blambangan. Lokasi ditemukan korban tak jauh dari di mana ditemukannya jasad ibu korban,” terang Sigit Jatmiko relawa BPBD.

Mario Wahyudi Octavian menggendong jenazah korban. (Foto: Istimewa)
Mario Wahyudi Octavian menggendong jenazah korban. (Foto: Istimewa)

Mengetahui korban ditemukan sudah tidak bernyawa, Mario Wahyudi Octavian ayah korban menangis histeris sambil menggendong buah hatinya.

Meski begitu, Mario mengaku sangat lega dan berysukur buah hatinya ditemukan meski dalam kondsi meninggal. Diriya juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang ikut serta membantu dalam proses pencarian korban, termasuk sejumlah media yang ikut memberitakan.

“Saya ingin mengucapkan syukur alhamdulillah atas kehadirat alloh, karena semuanya ini atas kehendaknya. Saya terima kasih dan sangat mengapresiasi kepada kepolisian Polsek Glagah beserta jajaran, tim SAR, yang menemukan anak saya juga para wartawan yang memberitakan,” kata Mario Wahyudi Octavian.

Baca Juga: Trauma Orang Tua, Pasca Peristiwa Tewasnya Kakak Beradik Tenggelam di Pantai Ancol Banyuwangi

Setelah disemayamkan di rumah duka, rencananya jasad balita ini akan dimakamkan satu liang bersama ibunya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, siang ini.

“Saya gembira, alhamdulillah bisa menemukan anak dan istri saya. Insya’alloh anak saya akan dimakamkan dalam satu liang bersama istri saya. Saya tidak boleh egois, itu semua atas saran dari tokoh masyarakat dan agama, karena anak saya masih menyusui,” tambahnya.

Baca Juga: Asik Berenang, Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ancol Banyuwangi

Seperti diberitakan sebelumya, lima orang dalam satu keluarga hanyut terseret air bah saat asyik bermain di aliran sungai Kalibendo, Banyuwangi, Minggu (29/11/2020) sore.

Bapak bersama dua anaknya berhasil selamat setelah berusaha menepi ke pinggir sungai, sementara ibu dan seorang anak balitanya hanyut terbawa arus.  Setengah jam dilakukan pencarian, sang ibu berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia, sedangkan anak balitanya RAW yang masih berusia 1,3 tahun dinyatakan hilang. (man)