oleh

Bangkit dari Pandemi, Pengusaha Travel Beralih Budidaya Anggrek

KabarBanyuwangi.co.id – Berada di kaki Gunung Raung, budidaya tanaman anggrek milik Rohimah (45), warga Desa Jambewangi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi ini tumbuh subur dan terus berkembang.

Meski tak berlatar belakang lulusan pertanian, ibu empat anak ini sukses membudidaya tanaman anggrek yang kini mulai ngetren di masyarakat sejak adanya pandemi. Usaha yang baru ia rintis sejak enam bulan terakhir ini tergolong sukses.

Berawal dari coba-coba lantaran usaha tour and travelnya terpuruk sejak pandemi Covid-19, budidaya anggrek yang ia geluti kini mampu mendatangkan pundi-pundi rupiah agar dapurnya tetap mengepul. Bahkan, budidaya anggrek, kini mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

Baca Juga: ‘Astaga Dragon’, Kreasi Pemuda Kembangkan Agrowisata Edukasi Berbasis Kebun Buah Naga

“Di pekarangan rumah saya, ada banyak bibit dengan 27 spesies tanaman anggrek yang sukses saya budidaya. Mulai dari anggrek jenis dendro, catleya, bulan, tanah, panda dan varietas tanaman anggrek lainnya. Pengunjung yang datang, sebagian besar kolektor bunga anggrek maupun ibu-ibu rumah tangga yang sedang gandrung merawat tanaman selama di rumah saja,” kata Rohimah.

Rohimah menjelaskan, untuk merawat anggrek ini bisa dibilang sangat mudah. Meski anggrek identik tumbuh di dataran tinggi, namun tanaman ini bisa tumbuh di daerah manapun, yang terpenting adalah segi perawatan.

Budidaya berbagai jenis bunga anggrek miik Rohimah. (Foto: man)
Budidaya berbagai jenis bunga anggrek miik Rohimah. (Foto: man)

Dalam sehari, anggrek harus rutin disiram sebanyak dua kali. Banyak media yang digunakan untuk menanam anggrek ini, bisa menggunakan pot bunga berisi bata merah atau arang, hingga sabut kelapa yang ditanam dengan sistem tempel.

Baca Juga: Kelola Hidroponik Selain Dapat Omzet, Juga Jadi Sarana Wisata Edukasi

“Selain kondisi geografisnya yang cocok, ide budidaya ini ya karena mulai terpuruknya pariwisata yang kami geluti sejak pandemi. Saya coba-coba, ternyata saya bisa,” jelas pemilik budidaya anggrek Raung Orchid ini.

“Selain bermanfaat bagi ekonomi keluarga kami. Budidaya yang kami lakukan ini juga sudah bermanfaat bagi warga sekitar. Banyak ahli-ahli anggrek warga sekitar yang bekerja di tempat kami,” imbuhnya

Untuk harga bunga anggrek di tempat ini sangat bervariatif, mulai dari Rp 20 ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung dari jenis maupun usia dari tanaman anggrek itu sendiri. Dalam sebulan, omset budidaya anggrek ini mencapai angka Rp 20 juta.

Baca Juga: Tanaman Hias Aglaonema Ngetren di Masa Pandemi

Para pembeli yang datang tak hanya dari banyuwangi saja. Namun juga berasal dari luar kota, mulai dari Malang, Surabaya, Denpasar hingga Jakarta. Mayoritas pembeli yang datang di sini untuk mencari anggrek jenis macropilo yang menjadi varietas tanaman anggrek khas Gunung Raung.

“Kalau saya memang hobi sih koleksi anggrek. Datang ke tempat ini dapat kabar dari teman, ternyata banyak sekali jenis anggreknya. Jadi pengen beli semuanya. Hehe,” ujar Umi, salah satu pembeli tanaman anggrek. (man)