oleh

Bawaslu Banyuwangi Belum Terima Laporan Beredarnya Spanduk Diduga Kampanye Hitam

KabarBanyuwangi.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi belum mengambil sikap terkait munculnya spanduk diduga berisikan kampanye hitam yang terpasang di sejumlah jalan protokol wilayah Banyuwangi Kota.

Menurut Ketua Bawaslu Hamim, hingga saat ini pihaknya belum mengambil tindakan apapun terkait munculnya spanduk tersebut. Sebab pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari pasangan calon yang merasa dirugikan atau pihak manapun.

“Hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke Bawaslu Banyuwangi terkait hal itu,” kata Hamim, Senin (9/11/2020).

Baca Juga: Bawaslu RI Monitoring Kesiapan Bawaslu Banyuwangi Hadapi Pilkada 2020

Baca Juga: Bawaslu Banyuwangi Kembali lakukan Rapid Test Massal, Jamin Jajaran Pengawas Pemilihan Aman Covid-19

Selain itu, pihaknya juga belum mengetahui detail dan belum melakukan pengecekan ke lapangan. Untuk mengecek spanduk yang dimaksud, apakah bentuk pelanggaran Pilkada atau pelanggaran perda terkait pemasangan reklame maupun baliho tanpa ijin.

“Akan kita kaji terlebih dahulu. Apabila ada kaitannya dengan paslon, maka kewenangannya ada di Bawaslu. Namun jika sebaliknya, maka itu kewenangan Satpol PP untuk menertibkan,” jelasnya.

Spanduk yang muncul di sejumlah jalan protokol Kabupaten Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
Spanduk yang muncul di sejumlah jalan protokol Kabupaten Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

Seperti diketahui, spanduk yang diduga mendiskreditkan kaum hawa tersebut bertuliskan: “Wong Wedok Iku Nggone Nang Sumur, Dapur, Kasur, Gak Dadi Bupati” yang memiliki arti “Perempuan Itu Tempatnya di Sumur, Dapur, Kasur, Bukan Jadi Bupati”. Dan spanduk bertuliskan “Jangan Pilih Perempuan Apalagi Yang Cuma Boneka”.

Baca Juga: Bawaslu Banyuwangi Dampingi Ikrar Netralitas ASN Se-Kabupaten

Selain itu, ada pula spanduk yang bertuliskan “Bupati Kok Wedok” yang memiliki arti “Bupati Kok Perempuan”.

Spanduk -spanduk tersebut terpampang jelas terpasang di sekitaran Jalan Kepiting, Jalan Teratai, dan Jalan Adi Sucipto. (fat)