oleh

Dam Singir Tak Seangker Dulu Lagi, Malah Sekarang Jadi Destinasi Wisata

KabarBanyuwangi.co.id – Sebuah bangunan bendung atau Dam Singir Blambangan peninggalan jaman Belanda yang terletak di Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi kini kondisinya kian tertata rapi nan elok.

Sebagai salah satu Dam yang dulu sepi tak terawat dan dikenal angker oleh penduduk setempat, sekarang tampil cantik. Penduduk sekitar bahkan masyarakat luar mulai sering mengunjungi bangunan Dam yang diresmikan tahun 1925 itu untuk berwisata bersama keluarga.

Baca Juga: Bendungan Air Tinggalan Belanda Kini Jadi Tempat Wisata Warga

Hal tersebut terealisasi berkat inisiasi kerjasama dan gotong royong yang dilakukan muda-mudi desa setempat. Secara swadaya mereka melalui tahap demi tahap mempercantik Dam Singir.

“Dengan potensi yang ada, lantas kami bersama pemuda Mangunrejo secara swadaya membentuk sebuah gerakan yang kita namai “Gerakan Pemuda Minak Jinggo” yang salah satu kegiatannya untuk melestarikan Dam Singir supaya lebih indah kembali,” kata Ketua Gerakan Pemuda Minak Jinggo, Arif Darmawan, Minggu (8/11/2020).

Ketua Gerakan Pemuda Minak Jinggo, Arif Darmawan. (Foto: fat)
Ketua Gerakan Pemuda Minak Jinggo, Arif Darmawan. (Foto: fat)

Salah satu konsep gerakan melestarikan Dam Singir itu yakni, mewujudkan Dam Singir sebagai wisata selfi dan edukasi.

“Edukasi yang kita berikan kepada pengunjung itu salah satunya mengenalkan bangunan Dam Singir sekaligus menyampaikan sejarah dari Dam Singir itu sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga: Masuki Musim Tanam, Petani Diminta Taati Aturan RTTG

Berdasarkan informasi yang diterima Arif dari para sesepuh desa setempat, Dam Singir dipercayai dibangun sekitar tahun 1890-an dan baru diresmikan di tahun 1925. “Artinya, pembangunan Dam Singir memakan waktu sekitar 30 tahun,” ucapnya.

Nah, dalam proses pembangunan bendungan air tersebut Belanda memperkerjakan penduduk setempat secara paksa atau kerja rodi. “Ada cerita kelam saat proses pembangunan Dam tersebut, dimana banyak pekerja yang hilang yang hingga saat ini tidak diketahui penyebabnya. Ada sekitar 100 orang pekerja yang saat itu hilang. Entah itu karena kekejaman Belanda atau lainnya kita tidak pernah mengetahui,” katanya.

Salah satu kegiatan di Dam Singir Beberapa waktu yang lalu saat malam hari. (Foto: fat)
Salah satu kegiatan di Dam Singir Beberapa waktu yang lalu saat malam hari. (Foto: fat)

Selain itu, Dam Singir ini memiliki cerita unik. Beberapa tahun lalu pernah ada yang meninggal tercebur, karena korbannya sedang mabuk usai pesta miras, juga tempat ini dulu pernah untuk tempat pacaran. Dibalik itu juga ada cerita mistis, banyak penampakan makhluk astral

“Disini juga ada cerita mistis. Dulu hingga sekarang ada beberapa pelaku mistis yang sengaja melakukan ritual dan mengambil air di tempat aliran air dari pertemuan 9 sungai yang terletak di sebelah barat Dam Singir,” ucapnya.

Baca Juga: Long Weekend Wisata Bahari Bunder Batasi Pengunjung, Antisipasi Penyebaran Covid

Arif menambahkan, bangunan yang sudah berusia ratusan tahun ini punya banyak nilai sejarahnya yang saat ini Dam Singir Blambangan dikelola Korek Air Wilayah Srono, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Bangunannya masih berdiri kokoh dan masih beroperasi mengaliri ribuan hektar sawah beberapa kecamatan wilayah Korsda Srono.

“Kedepan, selain kami ingin mempercantik Dam Singir nantinya juga akan dibuka pasar kuliner dan wisata air yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pasca pandemi Covid-19,” imbuhnya. (fat)