oleh

Dugaan Praktik Eksploitasi Anak Dibongkar Polisi, Dua Korban Disekap

KabarBanyuwangi.co.id – Tim Satreskrim Polresta Banyuwangi, berhasil membongkar dugaan praktik eksploitasi terhadap dua anak yang masih di bawah umur, Jumat (13/11/2020) sore.

Dalam ungkap kasus ini polisi juga mengamankan tiga pelaku berinisial M-Y (50) warga Kecamatan Singojuruh bertindak sebagai mucikari, dan seorang pria hidung belang berinisial S-W (56) warga Kecamatan Genteng, serta D, pelaku di bawah umur, yang tak lain rekan para korban.

Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan di Desa Alasrejo, Tersangka Peragakan 19 Adegan

Tiga pelaku diringkus polisi karena diduga melakukan eksploitasi terhadap A-B (14) dan B-C (16) untuk melayani pria hidung belang di sebuah eks lokalisasi. Bahkan, sebelum dipekerjakan untuk melayani pria hidung belang disebuah lokalisasi, dua korban sempat disekap dan hanya diberi makan nasi dengan garam di rumah sang mucikari.

Kasus ini terbongkar setelah salah satu korban berhasil kabur dari sekapan dan melaporkan kejadian yang menimpanya kepada orang tuanya.

Baca Juga: Polisi Bakal Jaga Ketat Gudang Logistik KPU Banyuwangi Selama Pilkada

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin menjelaskan, dua korban berhasil masuk ke lingkaran eksploitasi anak setelah dibohongi oleh salah satu temannya yang kini ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Maret lalu.

“Iya jadi dua korban ini awalnya diajak oleh temannya, iming-imingnya mau diajak kerja di cafe. Tapi ternyata pekerjaan yang diterima tidak sesuai dengan janji awal. Malah diminta untuk melayani pria hidung belang,” ungkap Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada kabarbanyuwangi.co.id saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/11/2020).

“Dalam kasus ini, ada tiga tersangka yang kami amankan, satu mucikari, satu pria hidung belang dan satunya teman para korban,” imbuh Kapolresta.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin. (Foto: fat)
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin. (Foto: fat)

Hasil penyelidikan, dalam sekali kencan sang mucikari menjual dua anak ini dengan tarif Rp 150 ribu. Dari hasil eksploitasi ini, para korban diberi upah Rp 100 ribu, sementara sang mucikari mendapatkan keuntungan Rp 50 ribu dalam sekali kencan.

“Sejauh ini, korban AB sudah melayani enam kali pria hidung belang, sementara korban BC baru melayani tiga pria hidung belang. TKP ada di rumah salah satu pelaku dan lokasi kedua di eks lokalisasi terbesar di Banyuwangi,” jelas Arman.

Baca Juga: Tiga Kapolsek dan Satu Kasat Polresta Banyuwangi di Mutasi

Atas perbuatannya, polisi menjerat kedua pelaku dengan Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 88 dan Pasal 17, Undang – Undang nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang pasal 2 dan pasal 17. Sementara satu pelaku lainnya tidak ditahan lantaran masih di bawah umur.

“Ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara. Untuk satu pelaku yang masih di bawah umur tidak kami tahan, tapi kita akan koordinasi dengan Kejaksaan atau Bapas untuk memastikan status hukumnya. Terus kita dalami kasus ini, karena ada indikasi pelaku maupun korban lain,” pungkas Kapolresta asal Makassar ini. (man)