oleh

Ikawangi Sumatera Group (ISG) Jalin Kemitraan dengan Dinas Kehutanan Tanam Pinang Bathara

KabarBanyuwangi.co.od – Kiprah ISG sebagai Paguyuban Orang Banyuwangi di Pulau Sumatera, terus berkembang pesat dan menunjukkan kinerja positif bagi anggota dan warga sekitarnya. Bahkan kesejateraan anggotanya, juga menjadi program andalan dalam waktu jangka pendhek, menengah dan panjang.

Penasehat Umum ISG Pusat, Slamet Budi Utomo, langsung proaktif berkomunikasi dengan Kementrian Kehutanan di Provinsi Riau,

“Saat itu Bu Menteri Kehutanan, Siti Nurbaya ada kunjungan ke Riau. Saya mengutarakan keinginan menanam Pinang Bathara, untuk kepentingan Paguyuban. Alhamdulillah direspon baik, saya kemudian diarahkan ke Dinas Kehutanan Pemprov Riau,” kata Budi yang asli warga Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi ini.

Baca Juga: Tanda Tangan Tinta Merah, Wujud Semangat ISG Pusat Besarkan Organisasi

Selanjutnya, ISG diarahkan bermitra dengan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Mandiri Gunung Jati, Kabupaten Kampar RIAU. Tidak mau menyia-nyiakan waktu, Penasehat Umum ISG langsung menemui KUPS yang diarahkan oleh Dinas Kehutanan.

“Ternyata saya kenal dengan petugasnya, bahkan seperti saudara sendiri. KUPS Mandiri Gunung Jati, salah satu Kelompok Tani Hutan yang dibina dan dinaungi oleh Dinas kehutanan RI yang berada Di Provinsi Riau,” tambah Budi.

Baca Juga: Ketua Umum ISG, Mengimbau Masyarakat Banyuwangi di Sumatera Menahan Diri

Program ISG menanam Pinang Bathara ini, merupakan Program tambahahan dari Proram menanam Singkong yang juga dimulai dari Kabupaten Kampar. Kedua tanaman itu mempunyai nilai ekonomi tinggi di kawasan Sumatra.

“Makanya, nanti ISG 9 provinsi di Sumatera akan menanam Pinang Batara sebagai program unggulan dalam meningkatkan penghasiloan tambahan,” kata Budi.

Pohon Pinang Bathara, sebagai tanaman prospektif seperti halnya Kelapa Sawit (Foto: Istimewa)
Pohon Pinang Bathara, sebagai tanaman prospektif seperti halnya Kelapa Sawit (Foto: Istimewa)

Ketua KUPS Mandiri Gunung Jati, Takroni menyatakan sedang bermintra dengan ISG.

“Karena sudah kenal lama, serta melihat peluang berkembang sangat tinggi bila dikembangan oleh anggota-anggota ISG. Secepatnya saya koordinasi dengan Ketua Umum ISG dan pengurus lainnya, agar program ini mendapatkan prioritas. Seluruh anggoita ISG yang tersebar di 9 Provinsi, juga haru bisa memafaatkan kesempatan baik ini,” jelas Slamet Budi Utomo.

Baca Juga: ISG Riau Lakukan Pengobatan Gratis Saat Pertemuan Rutin Bulanan

Tanaman Pinang Bathara, merupakan tanaman untuk ketahan pangan jangka panjang, seperti halnya Sawit. Kebutuhan Pinang Bathara juga cukup tinggi, selama ini kebutuhan Pinang Bathara diimpor dari India. Pengembangan Tanaman Pinang Batara dirasa prospektif untuk menunjang ekonomi anggota ISG.

“Panang Bathara umur 3 tahun, sudah bisa dipanen. Nanti kalau sudah umur 7-8 tahun, setiap pohon bisa menghasilkan 200 kilogram pinang. Harga jual pinang kering sekarang Rp. 12 ribu per kilogram. Cara ini, bila dilakukaan secara istiqmah, Insyaallah bisa membuat anggota ISG Sejahtera,” pungkas Slamet Budi Utomo. (has)