oleh

Pacu Adrenalin dengan Bersepeda Downhill di Gantasan Bike Park

KabarBanyuwangi.co.id – Berada di Gantasan Bike Park yang ada di kaki Gunung Ijen, Desa Tamansari, Kecamatan Licin/ Banyuwangi, para penghobi sepeda balap downhill kini bisa menyalurkan bakat dan hobinya.

Sirkuit balap sepeda penuh rintangan ini dibangun untuk mewadahi para penghobi sepeda downhill yang kini kian digandrungi masyarakat, khususnya warga Banyuwangi.

Seiring meningkatnya hobi bersepeda di Indonesia, olahraga downhill boleh dibilang kini tengah menjamur. Di sirkuit sepanjang lebih dari 4 km ini, para pembalap disuguhi dengan varian rintangan. Mulai dari tanjakan, trek menurun, tikungan tajam, jumping hingga trek bebatuan.

Baca Juga: Menunggu Musim Kompetisi Dimulai, Bayu Fikri Berlatih di Lapangan Desa

Meski sangat ekstrim, para pembalap sepeda ini mampu menampilkan skill terbaiknya untuk melewati seluruh rintangan yang menantang. Dengan kecepatan rata-rata 60 – 70 km/jam, para pembalap ini mampu menyelesaikan balapannya rata-rata dalam waktu 2 – 3 menit saja.

Inisiator pembuatan sirkuit ini adalah H. Munif, seorang pengusaha asal Banyuwangi. Bersama komunitas sepedanya, Sego Anget Racing Team (SART), dirinya sejak sebulan terakhir secara gotong royong mulai membangun sirkuit downhill di kawasan Gantasan.

Baca Juga: Hadapi Musim Kompetisi, Dualisme Persewangi Dilebur

Bukan tanpa alasan, pembangunan sirkuit yang dilakukan oleh swasta ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit atlet downhill asli dari Banyuwangi.

“Penghobi sepeda downhill di Banyuwangi ini banyak. Tapi selama ini belum ada kan sirkuitnya. Akhirnya kami dan teman-teman berinisiatif untuk membuat sirkuit. Lintasan ini sudah direkomendasi oleh pembalap downhill Nasional,“ jelas Munif.

“Cocok untuk pemula maupun profesional. Selain sebagai wadah bagi penggemar downhill, dengan adanya sirkuit ini besar harapan kami agar muncul bibit-bibit atlet downhill yang handal dari Banyuwangi. Yang mau latihan silakan ke sini, dalam sebulan ini kami gratiskan,” imbuh Munif.

Trek turunan dan menikung memacu adrenalin para pembalap. (Foto: man)
Trek turunan dan menikung memacu adrenalin para pembalap. (Foto: man)

Selain diikuti oleh tim-tim lokal Banyuwangi, ajang latihan bersama di kebun kubis yang disulap menjadi sirkuit ini juga diikuti oleh tim balap sepeda dari luar kota. Mereka sengaja datang ke tempat ini selain untuk menjajal sirkuit baru, juga sebagai ajang silaturahmi antar pembalap.

Tak hanya bermanfaat dari sisi kesehatan tubuh, olahraga ini juga dapat meningkatkan imunitas tubuh karena diyakini bisa mengurangi stres.

“Dengan berkonsentrasi agar tetap fokus saat melaju pada trek yang menantang tentu dapat menjadi pengalih perhatian dari pikiran negatif yang dapat berkontribusi pada kecemasan maupun tingkat depresi pada manusia. Ya selain untuk memacu adrenalin, kalau kita sudah di lintasan, pikiran jadi fresh kembali,” ujar Laksmarion Mol Kandou, pelatih Sego Anget Racing Team (SART).

Tim Sego Anget Racing Team (SART) menunggu giliran start di kawasan Gantasan Bike Park. (Foto: man)
Tim Sego Anget Racing Team (SART) menunggu giliran start di kawasan Gantasan Bike Park. (Foto: man)

Selain untuk menjaring bibit-bibit atlet baru, latihan bersama di gantasan bike park ini rutin digelar setiap akhir pekan juga sebagai persiapan para pembalap dalam menghadapi event balapan yang rencananya digelar pada tanggal 13 Desember mendatang.

Bac Juga: Banyuwangi Booming Sepeda Minion, Tidak Kalah Fashionable dari Brompton

Tak hanya diikuti pembalap profesional, ajang balap sepeda downhill ini nantinya juga akan diikuti oleh pembalap-pembalap pemula dari Banyuwangi maupun luar daerah.

“Seru latihan di sini, awalnya sih takut. Tapi setelah beberapa kali latihan ternyata seru juga. Jadi ingin berlatih terus,” kata Ahmad Naufal Ifani (23), salah satu pembalap downhill pemula. (man)