oleh

Rekonstruksi Pembunuhan di Desa Alasrejo, Tersangka Peragakan 19 Adegan

KabarBanyuwangi.co.id – Tim Unit Dua Tindak Pidana Khusus Satreskrim Polresta Banyuwangi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang mengakibatkan hilangnya nyawa Ivan Dani (23), warga Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi pada Minggu malam, tanggal 18 Oktober lalu.

Korban tewas bersimbah darah di jalan desa setelah dibunuh oleh Muhammad Nur Arifin (53) yang tak lain adalah tetangganya sendiri.
Baca Juga: Dalami Cekcok Berujung Maut di Wongsorejo, Polisi Datangkan Saksi Ahli

Dalam rekonstruksi yang dipimpin langsung Kanit Pidsus Ipda Nurmansyah ini, tersangka Nur Arifin memperagakan 19 adegan. Mulai dirinya dihadang korban saat hendak berangkat memancing, hingga korban meregang nyawa setelah menerima 11 tusukan benda tajam yang dilayangkan oleh tersangka.

Pembunuhan ini terjadi tanpa terencana. Dalam reka adegan yang dilakukan, tersangka nekat menghabisi nyawa korban lantaran emosi setelah dihadang oleh korban di tengah jalan desa. Bahkan korban yang terpaut usia 30 lebih muda dari tersanga ini tampak langsung beringas mendorong pelaku hingga terjatuh dari sepeda motornya.
Baca Juga: Terlibat Perkelahian, Pemuda Wongsorejo Tewas Ditusuk Sangkur Tetangganya

Meski sudah dilerai oleh lima saksi di TKP, korban tetap saja mencoba menganiaya tersangka yang hanya berdiam diri tersebut. Hingga akhirnya, tersangka pun naik pitam dan langsung mengarahkan pisau yang ia bawa ke tubuh korban lantaran tak kuat menahan emosi dipermalukan di depan umum.

Tersangka memperagakan beberapa adegan. (Foto: man)
Tersangka memperagakan beberapa adegan. (Foto: man)

Setelah tusukan pertama dilayangkan, korban langsung tersungkur ke jalan. Tersangka yang kesetanan ini pun secara membabi buta kembali mengarahkan senjata tajam ke tubuh korban hingga korban meregang nyawa setelah menerima 11 tusukan di tubuhnya.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP Solikin Ferry mengatakan, dalam proses reka ulang pembunuhan ini, polisi menyatakan seluruh adegan sudah sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Baca Juga: Curi Kayu Jati Untuk Perbaiki Rumah, 2 Pria Asal Alasbuluh Ditangkap Polisi

Pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka ini murni karena emosi lantaran perlakukan korban terhadap tersangka dirasa merendahkan harga dirinya di muka umum.

“Ya, hari ini Satreskrim Polresta Banyuwangi melakukan rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan. Rekonstruksi ini tujuannya untuk memperkuat bukti-bukti dan alat bukti dalam proses penyidikan,” jelas Kasat Reskrim, Rabu (11/11/2020).

“Ada 19 adegan yang diperagakan oleh tersangka dan saksi-saksi. Seluruh adegan sudah sesuai dengan BAP, sementara belum ada temuan-temuan baru dalam rekonstruksi tersebut,” imbuhnya. (man)