oleh

Salut!! Kenang Perjuangan Kyai, Banser Jalan Kaki Madiun – Banyuwangi

KabarBanyuwangi.co.id – Momentum Hari Pahlawan, diperingati dengan cara berbeda oleh salah seorang kader Barisan Serba Guna (Banser) asal Madiun, Jawa Timur. Menggelorakan kembali semangat perjuangan para Kyai dan Santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, Banser ini memilih berjalan kaki dari kota Madium menuju kota Banyuwangi.

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 400 kilometer selama 13 hari, Banser tangguh ini akhirnya tiba di Banyuwangi. Kedatangannya langsung disambut oleh beberapa pengurus Ansor Banyuwangi di perbatasan Banyuwangi – Jember yang ada di lereng Gunung Gumitir, sekitar pukul 10.00, Senin (23/11/2020).

Sosok Banser tangguh asal Madiun ini adalah Eko Hadi Susilo, seorang kakek berusia 43 tahun. Meski sudah tak muda lagi, namun semangatnya patut diacungi jempol. Panas, hujan, jalanan terjal dan berliku tetap dilewati dengan penuh semangat. Banyuwangi dipilih sebagai pelabuhan terakhir napak tilasnya, bukanlah tanpa alasan.

Baca Juga: Ketua GP Ansor Banyuwangi, Tidak Akui Aksi Dukungan Terhadap Paslon Tertentu

Menurut Eko Hadi, Banyuwangi tak bisa dilepaskan dari sejarah penting atas berdirinya Gerakan Pemuda Ansor saat Muktamar ke-9 NU, nggal 23 April 1943 silam. Selain untuk mengenang perjuangan para sesepuh NU dalam memperjuangkan kemerdekaan, napak tilas yang ia lakukan juga sebagai pengingat bahwa berdirinya Ansor tak bisa dilepaskan dari kota yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini.

“Iya, napak tilas ini saya lakukan agar Ansor-Ansor muda, lebih semangat lagi berkontribusi untuk bangsa dan negara. Sengaja saya pilih Banyuwangi sebagai tujuan akhir, untuk mengingatkan kembali kepada warga NU, bahwa Ansor ini lahirnya ya di Banyuwangi,” tegas Eko penuh semangat.

Prosesi serah terima Eko Hadi, dari Banser Jember ke Banser Banyuwangi di kawasan Gumitir, Kalibaru (Foto: Istimewa)
Prosesi serah terima Eko Hadi, dari Banser Jember ke Banser Banyuwangi di kawasan Gumitir, Kalibaru (Foto: Istimewa)

Ditanya apa saja persiapan yang dilakukan dalam napak tilasnya, Eko mengaku tak memiliki persiapan khusus. Hanya saja, saat dirinya berjalan kaki dari Madiun melewati beragai kota hingga ke Banyuwangi, selalu didampingi oleh rekan Banser lainnya dengan menggunakan sepeda motor.

“Alhamdulillah, selama perjalanan tidak ada kendala. Tidak ada persiapan khusus, cukup menjaga fisik saja. Sebagai antisipasi saya sudah bawa obat-obatan dan vitamin. Akhirnya tiba di Banyuwangi, dan disambut saudara-saudara Ansor maupun Banser di sini,” tambahnya senang.

Baca Juga: Ini Pesan PCNU Banyuwangi, Pasca Ikhwan Arif Terpilih Ketua GP Ansor

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banyuwangi, Ikhwan Arief, mengaku bangga atas perjuangan Eko Hadi Susilo dalam memperingati Hari Pahlawan ini. Diharapkan, apa yang telah dijalani Eko, bisa menjadi pelecut semangat bagi Ansor dan Banser agar terus semangat dalam berkontribusi untuk bangsa dan negara.

“Tentu kami sangat bangga dan salut atas perjuangan saudara Eko Hadi, dalam memperingati Hari Pahlawan dan Hari Santri ini. Semangat juang Banser seperti ini, semoga bisa menular kepada kita agar terus semangat dalam mengenalkan organisasi ke masyarakat luas. Banser itu kuat!! Banser itu keren!!  Jangankan disuruh menjaga NKRI, disuruh jalan 400 kilometer saja kuat kok,” tegas Ikhwan.

Sementara itu, setibanya di Banyuwangi, beberapa agenda telah dilakukan oleh Eko Hadi. Pengurus GP Ansor Banyuwangi, langsung mengajak Eko ziarah ke makam Kiai Saleh Lateng yang merupakan salah satu tokoh ulama pendiri GP Ansor.

Eko Hadi Susilo kader Banser Madiun yang berjalan kaki sejauh 400 kilometer (Foto: Istimewa)
Eko Hadi Susilo kader Banser Madiun yang berjalan kaki sejauh 400 kilometer (Foto: Istimewa)

Selanjutnya Eko Hadi menuju Kantor PCNU Banyuwangi, untuk mengikuti upacara penyambutan yang dilakukan oleh GP Ansor Banyuwangi di Kantor PCNU Banyuwangi.

Sebelum kembali pulang ke Madiun, Eko juga terlebih dahulu menggelar ramah tamah ke rumah Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Ali Makki Zaini, atau Gus Makki yang ada di Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

Baca Juga: Jas Hijau (Jangan Sekali-kali Menghilangkan Jasa Ulama) Pada Hari Pahlawan

Seperti diketahui, Fatwa Resolusi Jihad, merupakan wujud kecintaan ulama’ terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus sebagai bentuk komitmen Ulama dan para santrinya, untuk turut serta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang dideklarasikan tiga bulan sebelumnya.

Jika, Bung Karno terkenal dengan slogan Jas Merah (Jangan lupakan sejarah), maka kami para ulama’ dan santri mengenal istilah “JAS HIJAU” (Jangan sekali-kali menghilangkan jasa ulama). (man)