oleh

Sedikitnya 80 Penari Gandrung Banyuwangi, Siap Hibur Pisah Kenal Kapolda Jatim

KabarBanyuwangi.co.id – Sedikitnya 80 penari Gandrung dari sejumlah Sanggar di Banyuwangi, tampil pada acara Pisah Kenal Kapolda Jatim lama, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, kepada Kapolda yang baru Irjen Pol Nico Afinta, Sabtu (21/11/2020) besok.

Meski terkesan mendadak, namun acara yang akan berlangsung di halaman Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Mapolda Jatim) Jl. Ahmad Yani Surabaya ini, tetap digelar secara istimewa.

“Kami dapat undangan mendadak, sekitar dua hari sebelum berangkat ke Surabaya, Rabu (17/22/2020) malam. Pagi sudah tiba di Surabaya langsung melihat lokasi, untuk memetakan komposisi penari. Pada Jumat sore langsung gladi, lengkap dengan musiknya di Mapolda Jatim,” jelas Julaidi, alias Kang Joel koordinator pentas Gandrung di Mapolda kepada kabarbanyuwangi.co.id.

Baca Juga: Tiga Sanggar Tari Bersatu Garap Sendratari “Sritanjung Hidup Kembali”

Kang Joel mengaku, saat merima tawaran dengan total penari cukup banyak, langsung terpikir penari yang ada di sanggar teman-temannya. Meskipun demikian, banyak yang tidak bisa gabung karena bersamaan penampilan online streaming yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

“Saya sendiri hanya siap penari sekitar 40 personil, kemudian saya menghubungi Mas Suko Sanggar Tari Gandrung Arum Cluring, Sanggar Mas Syamsul Kemiren dan SMKN 1 Banyuwangi,” tambah pemilik Sanggar Sayu Wiwit Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi ini.

“Kebetulan yang dibawakan Tari “Jejer Kembang Menur’ karya saya, jadi tidak ada masalah dari segi gamelan pengiring. Sementara para penari rata-rata sudah pernah menarikannya,” imbuh kang Joel.

Baca Juga: Disbudpar Tambah Kuota Penonton Sendratari “Sritanjung Hidup Kembali”

Menghibur dalam prosesi acara resmi tidak mudah, setiap saat harus mengikuti perubahaan sesuai dengan skenario besar dari acara tersebut.

“Saya standbay dan mengikuti arahan dari personil Polisi, karena acara hiburan ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya hanya diberi waktu 10 menit untuk tampil membawakan tari, dengan 80 penari,” kata Kang Joel.

Kemudian ada permintaan, agar sejumlah penari menyambut dan ikut mendapingi saat Kapolda datang. Bagi kami, acara demikian ini sering dilakukan di Banyuwangi,” imbuhnya.

Persiapan Tari Kolosan 'Jejer Kembang Menur' di Mapolda Jatim (Foto: Istimewa)
Persiapan Tari Kolosan ‘Jejer Kembang Menur’ di Mapolda Jatim (Foto: Istimewa)

Meski tampil di lapangan terbuka dan luas, namun penerapan protokol kesehatan M3 sangat ketat. Para penari juga wajib menggunakan masker, faceshiel dan sarung tangan, dan chek kesehatan seleum tampil.

“Bloking penari juga jarang, sesuai standart protokol kesetahatan dan tetap menjaga jarak,” tagas Kang Joel.

Baca Juga: Kabar Gembira: Banyuwangi Wakili Jawa Timur Dalam Festival Musik Daring Nasional 2020

Kang Joel ingin menawarkan konsep acara resmi ini, dibuat santai dan cair tanpa menghilangkan keseriusannya. Seperti dilakukan di Banyuwangi, setiap pergantian acara sambutan, selalu diiringi dengan musik langsung.

“Katanya masih dibicarakan dengan atasannya, berkenan apa tidak. Mungkin ini aneh bagi warga di luar Banyuwangi, kalau panjak-panjak di Banyuwangi sudah hafal dengan format acara begini,” pungkas Kas Joel di tengah-tengah acara gladi bersih di Mapolda Jatim. (sen)