oleh

Tak Kunjung Nikahi Pacarnya yang Hamil 8 Bulan, Pria Ini Ditangkap Polisi

KabarBanyuwangi.co.id – Gadis remaja berinsial AF (14) asal Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi, “dinodai” oleh pacarnya sendiri RA (22), hingga hamil 8 bulan. RA melakukan perbuatan tak senonoh itu saat korban menginap di kamar rumah pacarnya RA di Kecamatan Gambiran, Banyuwangi pada bulan Februari 2020 lalu.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengungkapkan, perbuatan tersebut berawal dari ajakan pelaku terhadap korban untuk menginap di rumahnya. Saat berduaan di rumah pelaku, korban diajak berhubungan badan dan berjanji akan menikahinya.

“Setelah berhasil mengajak korban menginap di rumahnya, lalu tersangka mengajak korban berhubungan intim dengan meyakinkan korban dan berjanji akan menikahi dengan berkata ‘uwes tenang ae engko lek onok opo-opo aku tanggung jawab‘ (Tenang saja nanti kalau ada apa-apa aku tanggung jawab),” kata Kapolresta saat pers rilis di Mapolresta Banyuwangi, Senin (16/11/2020).

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Perdagangan Anak, Korbannya Pelajar

Kapolresta menambahkan, setelah menghamili korban, sepertinya pelaku tidak kunjung memenuhi janjinya akan menikahi, hingga kasus tersebut dipalorkan oleh orang tau korban ke polisi. Setelah mendapat laporan, polisi bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Setelah lama ditunggu akhirnya korban melaporkan hal tersebut ke orang tuanya. Kemudian orang yang tidak terima atas perlakuan pelaku, melaporkan ke aparat kepolisian,” tambah Kapolresta.

Baca Juga: Dugaan Praktik Eksploitasi Anak Dibongkar Polisi, Dua Korban Disekap

Sementara itu, dihadapan polisi, pelaku RA mengaku tidak tahu jika korban sudah hamil 8 bulan. Sebab dirinya berpacaran dengan korban hanya satu bulan lamanya.

“Saya tidak tau kalau korban itu hamil delapan bulan, karena saya pacaran cuma satu bulan,” ucap pelaku.

Dalam kasus tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, satu buah celana dalam warna biru, bra warna merah, kaos pendek warna putih motif garis bunga, dan celana pendek warna hitam motif bunga milik korban.

Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan di Desa Alasrejo, Tersangka Peragakan 19 Adegan

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undnag Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman minimal 5 Tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

“Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin. (fat)