oleh

Wow! Ternyata di Banyuwangi ada Pondok Pesantren Back to Nature

KabarBanyuwangi.co.id – Seluruh sudut komplek pesantren ditanami berbagai jenis pepohonan dan tumbuhan budidaya. Mulai dari bayam, kangkung, sayur sawi, kenikir, semanggi, umbi-umbian, cabai, ranti hingga budidaya sirsak dan durian.

Itulah yang terlihat indah, asri dan sejuk di sekitaran, Yayasan Bumi Sroyo berada di Dusun Sroyo Timur, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga: Sejarah dan Dasar Hukum Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Menurut Ketua Yayasan Bumi Sroyo, Dzulfikar Rezky, Pesantren asri merupakan konsep dasar pembangunan yayasan ini agar terlihat nyaman, sehingga membuat betah para tamu dan santri yang sedang belajar.

“Semua sengaja dibangun tanpa merubah kontur tanah aslinya, back to nature dan memang muassis Bumi Sroyo memiliki harapan agar pesantren ini menjadi percontohan bagi pondok pesantren di seluruh Indonesia, dengan bangunan yang menyatu dengan alam,” terang pria masih berusia 29 tahun ini.

Suasana asri di kawasan Ponpes Bumi Sroyo, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
Suasana asri di kawasan Ponpes Bumi Sroyo, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

Selain itu, hal tersebut untuk melatih para santri agar bisa berbudidaya tanaman-tanaman hortikultura dan vertikultura serta memiliki keahlian dalam bidang peternakan.

“Tadabbur alam, santri disini kami dampingi dalam bercocok tanam dan beternak, selain ngaji Al-Qur’an dan kitab kuning, disini kita berikan prakarya bidang tumbuhan dan peternakan,” ujar Gus Rezky alumni Pondok Pesantren Bustanul Makmur dan Darun Najah Banyuwangi ini.

Baca Juga: Menunggu Realisasi Vaksin Saat Pilkada Serentak 2020

Kemudian, hasil panen budidaya hortikultura, vertikultura tadi. Seperti bayam, kangkung, cabai, jagung, umbi-umbian dan sirsak serta durian, dikumpulkan tidak untuk dipasarkan. Melainkan kembali di konsumsi untuk kebutuhan para santri dan jama’ah pengajian yang rutin hadir di setiap kegiatan pesantren.

“Santri yang menanam, santri yang menjaga, santri yang memanen dan santri juga yang makan. Asal makannya masih di dalam komplek Bumi Sroyo loh ya, gak boleh dibawa keluar,” terang pria yang hampir seumur hidupnya mengenyam dunia pendidikan pesantren ini.

Gutekan untuk kamar para santri di Ponpes Bumi Sroyo Kecamatan Songgon mengadopsi rumah khas suku Using. (Foto: Istimewa)
Gutekan untuk kamar para santri di Ponpes Bumi Sroyo Kecamatan Songgon mengadopsi rumah khas suku Using. (Foto: Istimewa)

Menurut Gus Rezky, suasana pesantren hijau dengan berbagai jenis pepohonan sayur mayur, buah-buahan dan budidaya ikan lele tersebut telah dilakukan Yayasan Bumi Sroyo sejak tahun 2018 lalu.

Dia menjelaskan para santri mempunyai tanggungjawab terhadap tumbuhan yang ditanamnya sendiri, sejak penanaman bibit, memberi pupuk, menyirami, mengamati perkembangan, hingga memanennya sendiri. Selain di bidang tumbuhan, pesantren juga membudidayakan ikan lele dan ayam petelur.

“Yaa, para kiai sering menceritakan kepada kami bahwa dulu, para Wali Songo mengajarkan para santrinya juga seperti ini. Selain diajari ngaji ya diajari tandur (bercocok tanam), kita menginginkan apa yang ditanam ini bisa bermanfaat dan dirasakan bersama santri dan warga sekitar Bumi Sroyo,” imbuhnya.

Pemantapan Kader ASWAJA di Bumi Sroyo, Dusun Sroyo Timur, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
Pemantapan Kader ASWAJA di Bumi Sroyo, Dusun Sroyo Timur, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

Yayasan Bumi Sroyo berdiri sejak tahun 2017. Pendirinya yakni Abah Haji Muhammad Joni Subagio cucu dari KH. Abdul Majid Cawang, Rogojampi. Yang masih satu buyut dengan KH. Abdullah Faqih, Cemoro, Songgon, Banyuwangi. Berdiri diatas tanah seluas 4 hektar.

Baca Juga: Pengembangan UMKM Digital Banyuwangi Perlu Pendampingan

Yayasan Bumi Sroyo, setiap hari mengadakan khataman Al-Qur’an. Pengajian diniyah pada sore hari, kajian kitab kuning seminggu sekali dan istirgosah rutin setiap bulan mengadakan pengajian malam bulan purnama.

Seluruh kegiatan dapat kita lihat melalui sosial media. Salah satunya akun instagram @yayasan_bumisroyo dan channel YouTube Yayasan Bumi Sroyo. (red)